Alasan Konten Marketing Gagal Total Inilah 13 Penyebabnya

Alasan Konten Marketing Gagal

Alasan Konten Marketing Gagal Total Inilah 13 Penyebabnya. Membuat konten marketing harus melewati berbagai macam tahap untuk dapat hasil semaksimal mungkin.

Artikel kali ini saya berikan 13 penyebab terjadinya konten marketing Anda gagal total.

Alasan Konten Marketing Gagal

1. Konten Berjalan Tanpa Tujuan

“Tujuan apa yang ingin Anda raih dari kampanye content marketing?”

Jawab terlebih dahulu pertanyaan ini supaya kampanye tidak berjalan secara sporadis.

Contoh tujuan: brand awareness, lead generation, atau thought leadership.

2. Konten Berjalan Tanpa Tujuan

Tiap konten yang Anda terbitkan memiliki pangsa audiens tertentu. Wawasan audiens sasaran sangatlah penting karena dapat membantu menentukan konten apa yang sebaiknya diterbitkan.

Lakukan riset audiens sasaran menggunakan Google Trends dan Ahrefs

3. Jenis Konten Kurang Beragam

Bentuk konten yang Anda terbitkan tidak terbatas pada artikel blog. Anda juga dapat menerbitkan ebook, white paper, wawancara, infografik, podcast, video, dan lain-lain.

Keragaman ini diperlukan untuk menghindari kebosanan pembaca.

4. Kualitas Konten Rendah

Banyak kegagalan kampanye content marketing berasal dari kualitas konten rendah. Bagaimana pun caranya, kualitas konten yang Anda terbitkan harus menjadi perhatian utama.

Hanya saja, membuat konten berkualitas tinggi tidak mudah dilakukan. Jangan lakukan sendiri: bangun tim content marketing berisi penulis, desainer, dan videomaker.

5. Konten adalah Raja, Distribusi Ratunya

Agar dapat berhasil, Anda perlu memadukan konten berkualitas dengan strategi distribusi konten yang tak kalah hebat.

Kenali audiens dan maksimalkan beberapa kanal sekaligus: SERP, Facebook, Twitter, YouTube, Google AdWords, dan e-mail newsletter.

6. Konten Tanpa Call-to-Action

Call to Action merupakan kata ajakan untuk melakukan tindakan. Tanpanya, pengunjung tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.

Kata ajakan dapat sesederhana ujaran seperti Klik di Sini, Lihat Tautan, Daftar Sekarang, atau Beli Produk. Sesuaikan dengan tujuan Anda, tapi jangan terlalu banyak.

7. Hanya Fokus pada Kuantitas Konten yang Diterbitkan

Semakin sering Anda menerbitkan konten, hasilnya akan semakin baik. Lakukan secara konsisten: seminggu sekali, tiga hari sekali, atau malah setiap hari.

Hanya saja, jangan terjebak pada kuantitas semata. Pastikan juga konten yang Anda terbitkan memiliki kualitas sangat baik.

8. Isi Konten Promosi Melulu

Hindari materi promosi di media sosial secara terus-menerus. Selain membosankan, konten promosi menunjukkan bahwa Anda tidak memiliki cerita menarik untuk dibagikan.

Coba terbitkan konten yang viral-material, mampu menimbulkan perasaan ekstrim seperti marah, iba, sedih, atau gembira. Terbitkan juga cerita-cerita menarik seputar produk atau layanan Anda.

9. Terlalu Mengandalkan Satu Metrik Kesuksesan

“One metric that matters the most” dapat Anda jadikan patokan kesuksesan dalam jangka pendek.

Dalam jangka panjang, Anda perlu melihat metrik-metrik lain yang dapat menggambarkan seberapa sukses kampanye content marketing Anda – dan tidak hanya berpatok pada satu metrik saja..

10. Mencontek Strategi Pesaing

Hindari meniru mentah-mentah strategi content marketing milik pesaing. Selain tidak etis, Anda juga menunjukkan bahwa Anda tidak kreatif.

Sebaliknya, analisa hal apa saja yang bekerja dan hal apa saja yang tidak bekerja, kemudian rancang strategi konten Anda sendiri dari sana.

11. Konten Terlalu Panjang

Secara rata-rata, postingan di halaman pertama Google berada dalam kisaran 1500 hingga 2500 kata.
Konten pendek minim kedalaman, sedangkan konten panjang melelahkan untuk dibaca. Karenanya, targetkan konten panjang, tapi jangan berlebihan.

12. Taktik Ketinggalan Jaman

Keyword stuffing dan over-hashtagging adalah contoh taktik yang ketinggalan jaman.

Agar lebih efektif, Anda harus stay updated. Gabung komunitas untuk belajar bareng. Selain itu, rajin-rajinlah belajar dari sumber terpercaya seperti Neil Patel/Quicksprout, Content Marketing Institute, Copyblogger, dan lain-lain.

13. Berpegang Teguh pada Prinsip “Konten Sekali Jadi”

Salah satu kunci kesuksesan kampanye content marketing adalah penyegaran konten lama.

Caranya, perhatikan performa konten lama, lakukan pendataan kemudian update agar tetap relevan dengan taktik atau informasi terbaru.

Terus perbarui: kata kunci, heading, CTA, Alt Image, Alt Text, dan lain-lain.

Kesimpulan Alasan Konten Marketing Gagal

Jangan jadikan patokan Anda sendiri dalam membuat konten marketing, lihatlah juga sebagai audience agar tidak terpaku dari satu sisi saja.

 

Follow dan Share artikel ini:

Facebook Ads Optimasi Target Orang Berduit

Facebook Ads Optimasi

Facebook Ads Optimasi Target Orang Berduit. Beriklan di Facebook Ads bisa dibilang gampang namun cukup menantang.

Produk Anda mungkin sudah bagus, sudah riset pasar juga, akan tetapi hasil akhirnya hanya menambah jumlah like dan komentar tanpa adanya closing produk.

Facebook Ads

Misalkan Anda jualan sepatu olahraga lalu targeting ke orang-orang yang like Facebook Page Nike atau Adidas dan Anda merasa kalau orang-orang ini mempunyai minat terhadap sepatu olahraga. But, wait!!!

“Suka dengan brand mahal, bukan berarti mampu membeli produk tersebut”.

Jadi, meskipun produk Anda sudah bagus dan sesuai minat audience, tetap saja percuma jika calon pembeli merasa kalau produk tersebut terlalu mahal.

Apakah Anda harus banting harga?

Melakukan perang harga atau berlomba-lomba menjadi harga termurah dengan kompetitor Anda bukan lah cara yang saya anjurkan.

Yang harus Anda lakukan adalah dengan menemukan audience yang tepat, yang tentunya mereka sudah memiliki daya beli yang kuat.

Cara Facebook Ads Optimasi

1. Target berdasarkan Gadget yang digunakan

Facebook Ads Optimasi

 

Anda bisa menarget orang-orang yang menggunakan Gadget paling mahal seperti iPhone 11 atau paling tidak iPhone 7 Plus.

Baca juga artikel: Cara Mengetahui Peringkat Artikel Website di Google

Sudah dipastikan audience tersebut setidaknya mempunyai daya beli yang cukup.

2. Kombinasikan dengan user yang sering belanja online

Facebook Ads Optimasi

Facebook ini unik. Banyak orang yang punya duit, tapi ada beberapa dari mereka yang tidak suka untuk berbelanja online.

Nah, dengan fitur “Narrow Audience” Anda bisa menciptakan 2 kombinasi yang Powerfull.

Dengan menambahkan targeting “Engaged Shoppers” pada bagian “Narrow Audience”.

3. Target umur yang sudah mapan

Facebook Ads Optimasi

Jangan pernah pakai umur bawaan Facebook “18 tahun”.

Dari pengalaman saya ngiklan, umur 18 tahun masih belum memiliki daya beli yang kuat.

Dan untuk satunya lagi, cukup atur sampai 40 atau 45 tahun saja (tentu saja ini tergantung dari produk yang kamu jual).

Mulai sekarang ngga ada lagi alasan “Ah percuma, aku ngiklan boncos terus”

Bro, boncos itu wajar. Saya juga pernah boncos.

Tapi yang terpenting itu adalah bagaimana kita belajar dan bangkit dari kegagalan.

Jangan lupa komen artikel ini jika bermanfaat. Terimakasih

Follow dan Share artikel ini: